Oleh: lukmanlukman | November 21, 2009

Bagaimana Kita Di Akhirat

Bismillahirrahmanirrahiim, puji syukur kehadirat Allah azza wa jalla, shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Muhammad Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi’in, tabi’it tabi’in, dan ummatnya yang selalu berpegang pada Al-Quran dan sunnah rasulNya.
Manusia, kini menjalani kehidupan dunia, dan tentu saja akan menjalani kehidupan di akhirat. Jika kita saat ini mengandalkan harta dan kedudukan, maka sesungguhnya hanya amalan kitalah yang dapat dijadikan bekal di akhirat. Di sana nanti setiap manusia akan diberi buku catatan amalnya. Tidak ada sedikitpun yang terlewat; siapa yang mengerjakan kebaikan walaupun seberat biji gandum, ia akan melihatnya, demikian juga yang melakukan keburukan, sekalipun seberat biji gandum tentu ia akan menyaksikan amalannya.
Allah berfirman dalam surat 36:12 “Sesungguhnya Kami akan menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan semuanya itu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata.”
Orang yang banyak berbuat kebaikan, ibadahnya berkualitas, mengamalkan As-Sunnah, bekerja keras mencari mardhatillah, menjauhi maksiat, serta tidak lupa berdzikir dan berdo’a, ia akan diberi buku catatan dari sebelah kanannya. Ia akan dihisab dengan mudah, dan ia akan berseru, “Inilah kitabku, bacalah, sesungguhnya aku sebelumnya meyakini akan ada hisab terhadapku.” Ia akan dikumpulkan dengan keluarganya dalam keadaan suka cita di surga. Ia ditempatkan di surga yang tinggi dipenuhi dengan buah-buahan yang mudah dipetik. Kepada mereka dikatakan, “Silahkan makan dan minum dengan sedap, karena kamu telah mengerjakan amal-amal yang baik pada hari-hari yang lalu.”
Adapun orang yang banyak amal buruknya, imannya dicampur dengan syirik, ibadahnya penuh dengan bid’ah, merasa bangga dengan dosa, jarang berdzikir dan istighfar, merasa cukup dengan amal baik yang sedikit, sehingga dosanya lebih berat dari amal baiknya, ia akan diberi kitab dari sebelah kiri atau belakangnya, saat itu ia berteriak histeris, “Celakalah aku…” (Q.S 84:11). Ia pun mengeluh, “Alangkah baiknya andai kitab ini tidak diberikan kepadaku, aku pun tidak tahu bagaimana hisab terhadapku ini. Kiranya kematian itulah yang menyelesaikan sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat bagiku. Telah hilang kekuasaan dariku…” Lalu Allah memerintahkan, “Peganglah dia, lalu belenggukan tangannya ke lehernya, kemudian masukkan ia kedalam neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah ia dengan rantai yang panjangnya 70 hasta. Sesungguhnya ia dulu tidak beriman kepada Allah yang Maha Besar. Dan tidak menganjurkan orang lain untuk memberi makan orang miskin. Maka tidak ada seorang teman pun baginya hari ini di sini. Dan tidak pula sedikit pun makanan baginya kecuali nanah bercampur darah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.” (Q.S 69:30-37).
Bersyukurlah hari ini kita masih diberi kesempatan untuk berbuat banyak; kesempatan untuk beribadah sesuai uswah dan bermu’amalah sesuai syariah. Kesempatan untuk menghindari diri dari api neraka. Bacalah kitab kita hari ini, timbanglah setiap amal. Bersemangatlah dalam berbuat baik dan bertobatlah jika berbuat dosa atau kesalahan. Mohonlah petunjuk Allah agar dimudahkan menelusuri shirathal mustaqim dan disulitkan untuk maksiat.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.